Fungsi IF-THEN di Excel adalah cara ampuh untuk menambahkan pengambilan keputusan ke spreadsheet Anda. Ini menguji kondisi untuk melihat apakah itu benar atau salah, dan kemudian melakukan serangkaian instruksi spesifik berdasarkan hasil.
Misalnya, memasukkan IF-THEN di Excel, Anda dapat menguji apakah sel tertentu lebih besar dari 900. Jika ya, Anda dapat membuat rumus mengembalikan teks "PERFECT." Jika tidak, Anda dapat membuat rumus mengembalikan "TERLALU KECIL."
Ada banyak kondisi yang bisa Anda masukkan ke rumus IF-THEN. Berikut ini cara menggunakan fungsi IF-THEN di Excel serta beberapa contoh.
Petunjuk dalam artikel ini berlaku untuk Excel 2016, 2013, 2010; Excel untuk Mac, dan Excel 365 / Online.
Memasukkan IF-THEN di Excel
Sintaks fungsi IF-THEN mencakup nama fungsi dan argumen fungsi di dalam kurung.
Ini adalah sintaks yang tepat dari fungsi IF-THEN:
= IF (uji logika, nilai jika benar, nilai jika salah)
Bagian IF dari fungsi adalah tes logika. Di sinilah Anda menggunakan operator perbandingan untuk membandingkan dua nilai. Bagian THEN dari fungsi datang setelah koma pertama dan mencakup dua argumen dipisahkan oleh koma. Sebelum beralih ke perhitungan yang lebih rumit, mari kita lihat contoh yang sangat sederhana dari pernyataan IF-THEN. Spreadsheet kami disiapkan dengan sel B2 sebagai $ 100. Kita dapat memasukkan rumus berikut ke C2 untuk menunjukkan apakah nilai lebih besar dari $ 1000 atau tidak. = IF (B2> 1000, "PERFECT", "TERLALU KECIL") Fungsi ini memiliki argumen berikut: Bagian perbandingan dari fungsi dapat membandingkan hanya dua nilai. Salah satu dari kedua nilai tersebut dapat berupa: Bagian yang BENAR atau SALAH dari fungsinya juga dapat mengembalikan hal-hal di atas. Ini berarti Anda dapat membuat fungsi IF-THEN sangat maju dengan menanamkan perhitungan atau fungsi tambahan di dalamnya (lihat di bawah). Saat memasukkan kondisi benar atau salah dari pernyataan IF-THEN di Excel, Anda perlu menggunakan tanda kutip di sekitar teks yang ingin Anda kembalikan, kecuali jika Anda menggunakan TRUE dan FALSE, yang secara otomatis dikenali Excel. Nilai dan formula lain tidak memerlukan tanda kutip. Anda dapat menanamkan perhitungan berbeda untuk fungsi IF-THEN, tergantung pada hasil perbandingan. Dalam contoh ini, satu perhitungan digunakan untuk menghitung pajak terutang, tergantung pada total pendapatan dalam B2. Uji logika membandingkan total pendapatan dalam B2 untuk melihat apakah lebih besar dari $ 50.000,00. = IF (B2> 50000, B2 * 0,15, B2 * 0,10) Dalam contoh ini, B2 tidak lebih besar dari 50.000, sehingga kondisi "value_if_false" akan menghitung, dan mengembalikan hasil itu. Dalam hal ini B2 * 0,10, yang mana4000. Hasilnya ditempatkan ke dalam sel C2, di mana fungsi IF-THEN dimasukkan, akan menjadi 4000. Anda juga dapat menanamkan perhitungan ke sisi perbandingan fungsi. Misalnya, jika Anda ingin memperkirakan bahwa penghasilan kena pajak hanya akan menjadi 80% dari total pendapatan, Anda dapat mengubah fungsi IF-THEN di atas menjadi berikut. = IF (B2 * 0,8> 50000, B2 * 0,15, B2 * 0,10) Ini akan melakukan perhitungan pada B2 sebelum membandingkannya dengan 50.000. Jangan pernah memasukkan koma ketika memasukkan angka dalam ribuan. Ini karena Excel menginterpretasikan koma sebagai akhir dari argumen di dalam suatu fungsi. Anda juga dapat menanamkan (atau "menyarangkan") fungsi di dalam fungsi IF-THEN. Ini memungkinkan Anda melakukan perhitungan lanjutan, dan kemudian membandingkan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan. Dalam contoh ini, misalkan Anda memiliki spreadsheet dengan nilai 5 siswa Anda di kolom B. Anda dapat menilai nilai rata-rata menggunakan fungsi RATA-RATA. Bergantung pada hasil rata-rata kelas, Anda dapat mengembalikan C2 sel "Sangat Baik!" atau "Perlu Bekerja". Ini adalah bagaimana Anda akan memasukkan fungsi IF-THEN: = IF (AVERAGE (B2: B6)> 85, "Sangat Baik!", "Perlu Kerja") Fungsi ini mengembalikan teks "Sangat bagus!" di sel C2 jika rata-rata kelas lebih dari 85. Jika tidak, ia mengembalikan "Kebutuhan Kerja". Seperti yang Anda lihat, memasukkan fungsi IF-THEN di Excel dengan kalkulasi atau fungsi yang disematkan memungkinkan Anda membuat spreadsheet yang sangat dinamis dan sangat fungsional.
Contoh Fungsi IF-THEN Sederhana
Memasukkan Perhitungan ke dalam Fungsi IF-THEN

Fungsi Bersarang Di dalam Fungsi IF-THEN





